JAKARTA. Meski gaungnya belum begitu terdengar layaknya televisi nasional, namun televisi lokal sudah mulai dilirik pemirsa televisi. PT Omni Intivision yang mengoperasikan stasiun televisi O Channel misalnya, stasiun televisi ini menyajikan program acara yang ringan dan membuat pemirsanya bisa rileks.

Menurut Olivia, Corporate Communications O Channel, konsumen mereka yakni warga Jakarta yang bekerja, butuh media yang merepresentasikan diri mereka. “Misalnya Lullaby, setelah lelah bekerja seharian, orang butuh tayangan yang ringan yang mungkin tidak didapat di televisi nasional,” ungkap Olivia kepada KONTAN, Jumat (26/5).

Dengan mengusung tema televisi hiburan dan gaya hidup, O Channel menawarkan program-program andalannya seperti Rekomendasi, Jakarta’s Event, Catatan Metropolitan, termasuk Paranoia, punya pemirsa loyal. Untuk jam-jam premium, O Channel membanderol iklan 30 detik senilai Rp 5 juta.

Pendapatan iklan O Channel di kuartal I 2011 meningkat 30% menjadi sekitar Rp 15 miliar dibanding tahun lalu. Manajemen O Channel mengakui bahwa omzet perusahaan masih lebih bagus di tahun lalu dengan memperoleh omzet dua kali lipat dibanding 2009.

PT Danapati Abinaya Investama yang mengoperasikan stasiun televisi Jak TV lain lagi. Stasiun televisi ini mengklaim menayangkan program berbasis informasi. Produk dikemas dalam talk show, magazine, daily news, dan hiburan. “Kami optimistis bentuk baru program prime time meningkatkan kepemirsaan dan iklan Jak TV ke depan,” kata Yahya, Direktur PT Danapati Abinaya.

Sejauh ini, olahraga basket NBA masih menjadi program unggulan dan berkontribusi besar terhadap pendapatan Jak TV. Program olah raga itu disiarkan berjaringan dengan 13 tv lokal di berbagai daerah. Sedangkan program berita dan program bincang-bincang pun menjadi program andalan mereka.

Yahnya mengaku, periode Januari hingga April 2011 Jak TV memperoleh peningkatan pendapatan iklan sebesar 18% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pencapaian tersebut sesuai target yang dicanangkan Jak TV. “Sampai akhir tahun ini kami harapkan bisa tumbuh hingga 36% dibanding tahun lalu,” beber Yahya.

Sementara itu Gilang Iskandar, Direktur Corporate Affair B Channel bilang strategi menjalankan bisnis televisi lokal tak hanya mengemas program untuk mengejar rating dan share namun juga nilai acara yang mengandung nilai-nilai positif demi kemajuan bangsa.

Target segmen tv ini dari anak-anak hingga dewasa. “Dengan menyasar segmen pemirsa yang luas, diharapkan bisa menarik pengiklan nantinya,” ujar Gilang. Sepanjang Januari sampai April 2011 B Channel memang belum beriklan.

Nu-Xmedia.com® tidak berafiliasi dengan Agama, Kelompok, Organisasi dan Partai Politik tertentu di Indonesia. Independen dan mendukung penuh NKRI adalah harga mati.
OKE

We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site you agree to our use of cookies.